Universitas

Dies Natalis 60 Tahun Atma Jaya: Robot Hybrid Karya Mahasiswa Atma Jaya

Mahasiswa Atma Jaya mengembangkan sistem robotik untuk gempa

By Atma Jaya | 1 month ago
Atma Jaya | Source

Mahasiswa program studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Unika Atma Jaya berhasil mengembangkan robot pendeteksi korban bencana gempa. Robot yang diberi nama Search and Recon Hybrid Robot (SRHR) ini dikembangkan dari hasil penelitian untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019.

 

Bak laba-laba, robot ini memiliki empat kaki dan dilengkapi dengan roda pendukung ditiap kakinya memudahkannya menjangkau medan yang sulit dijangkau. Fitur ini juga memungkinkan robot untuk digunakan dalam lingkungan industri maupun lingkungan alam seperti goa, tanah, dan jalan berbatu.

 

Adalah Yosua Kurniawan, Ferdinand Edlim, dan Febrian Andika yang telah mengembangkan robot pendeteksi gempa ini sejak awal tahun 2018. Ide robot ini berangkat dari kepedulian mahasiswa yang melihat letak geografis Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik yang menjadi titik pertemuan beberapa lempeng tektonik.

 

Dosen pembimbing program ini Chtistiand, S.T., M. Eng., menjelaskan kalau robot ini masih merupakan prototype yang masih akan dikembangkan lebih lanjut, “Masih banyak hal yang harus dicoba seperti pengaplikasian feedback controlimage recognition, GPS, serta proses pembuatan produk yang lebih dapat diandalkan,” jelasnya.

 

Fakultas Teknik sendiri memang memiliki perhatian khusus dalam menyiapkan lulusan handal dalam bidang kecanggihan teknologi dan digital. Melalui program Pusat Robotika dan IoT (PATRIOT) UAJ merupakan wadah untuk menyiapkan digital talent Indonesia di masa depan. PATRIOT ditujukan untuk riset yang melibatkan multi disiplin, kompetisi, dan pengembangan media pembelajaran.

 

AtmaBot, yang resmikan awal Agustus 2020 lalu, adalah salah satu proyek PATRIOT yang disumbangkan bagi Indonesia. Robot ini dirancang sebagai media komunikasi, dan mengatarkan obat juga makanan untuk pasien Covid-19. AtmaBot bertujuan untuk mengurangi kontak langsung pekerja medis dan pekerja kesehatan dengan pasien sehingga mengurangi resiko penularan virus.

 

Mahasiswa Prodi Teknik Elektro, Vicentius Raditya Putra yang telibat dalam proses perakitan AtmaBot mengaku bangga bisa bekerja satu tim dengan dosen dan laboran dengan segudang pengalaman. Baginya ini merupakan pengalaman belajar berharga yang tidak akan terlupakan.

“Demi sebuah proyek kemanusiaan, itu sangat satisying buat saya. Jadi akhirnya bisa gunakin skill bukan buat sensasi doang tapi buat bantu tenaga kesehatan, apalagi di masa genting seperti sekarang,” ujar Radit.

 

Saat ini Fakultas Teknik Unika Atma Jaya memiliki program studi (prodi) Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri dengan kurikulum yang dirangcang dinamis mengikuti kemajugan teknologi dan dilengkapi dengan sertifikasi.

 

Untuk melengkapi kualitas belajar unggulan, Prodi Teknik Industri pada 2019 lalu menjalin kerja sama dengan Chung Yuan Christian University (CYUCU), Taiwan, untuk memberikan program Fast Track yang memungkinkan mahasiswanya untuk mendapat gelar sarjana teknik dan Master of Science dengan total masa kuliah 5 tahun. Dengan formasi 3+1+1 mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk mengikuti perkuliahan selama 3 tahun di Prodi Teknik Industri UAJ dan 2 tahun di CYCU.


Sumber: Atma Jaya